Tuesday, 18 November 2014

mereview kebudayaan islam , budha , hindu yang ada di indonesia

Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orang-orang India dan para pedagang yang berasal dari luar indonesia. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan. tetapi pada awalnya budaya tersebut masuk ke indonesia tidak bisa diterima begitu saja dikarenakan masyarakat indonesia sudah memiliki kepercayaan yang cukup tinggi sebelumnya , tetapi masuknya kebudayaan tersebut ke indonesia dapat menambah pengetahuan dan wawasan jika kita dapat mengolah kebudayaan tersebut sesuai pada kepribadian bangsa indonesia.

Masyarakat Indonesia secara berangsur-Angsur memeluk  Agama  Hindu dan  Budda ,  Agama Islam Politik Dalam kehidupan berkelompok biasanya ada seorang pemimpin didalamnya Sistem pemerintahan  kerajaan dikenalkan Oleh orang-orang India. Dalam sistem ini, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas Tampuk kekuasaan kerajaan. Kemudian, pemimpin ditentukan secara turun-temurun berdasarkan hak waris sesuai dengan Peraturan hukum kasta Sistem pemerintahan yang bercorak  Islam, rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali. Jika  rajanya meninggal, tidak dimakamkan di candi tetapi dimakamkan secara  Islam. Sosial Hidup berkelompok – kelompok dimana proses sosialisasi hanya terjadi intern dalam kelompok masing – masing masyarakat Indonesia mengenal aturan kasta, yaitu: Kasta Brahmana (kaum pendeta dan para sarjana), Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik  tanah dan prajurit). Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar). Namun, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan Masyarakat Aturan  kasta mulai pudar di masyarakat Pendidikan Belum mengenal sistim pendidikan dan segala pengetahuan yang diperoleh masih berasal dari pengalaman hidup di alam bebas Lembaga-lembaga pendidikan semacam asrama merupakan salah satu bukti pengaruh dari  kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga  pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan.Pendidikan  Islam berkembang di  pesantren-pesanten  Islam. sebenarnya,  pesantren telah berkembang sebelum  Islam masuk ke Indonesia. Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, mata pelajaran dan proses pendidikan  pesantren berubah menjadi pendidikan  Islam. Sastra dan BahasaBelum ada karya sastra yang dihasilkan Pengaruh  Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan  huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Hasil sastra berupa kitab – kitab yang ditulis oleh Mpu Takarya ntular, Mpu prapanca dan lainnya. Kosakata  bahasa Arab baik lisan maupn tulisan mulai  banyak digunakan. Hasil sastra berupa hikayat, babad, suluk dan syair. Arsitektur dan KesenianMasyarakat praaksara telah mendirikan bangunan – bangunan yang terbuat dari batu, diantaranya : Menhir, dolmen, sarkofagus, punden berundak dan waruga Punden berundak merupakan salah satu  arsitektur  Zaman Megalitikum. Arsitektur tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi yang disertai patung induk berupa arca. Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan istana. Juga diperkenalkan dengan seni kaligrafi

Masuk dan bekermbangnya agama Hindu-Buddha di Indonesia membawa pengaruh sistem pemerintahan, seperti Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit dan kerajaan Buleleng,
Kalau pada masa Islam, saya sendiri belum tahu apa pengaruhnya terhadap kehidupan politik. Namun dalam bidang pendidikan, contohnya adalah lahirnya pesantren , majelis dan TPA


referensi : http://brainly.co.id/tugas/63397

Wednesday, 29 October 2014

artikel manusia sebagai makhluk individu dan sosial

      MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
   
  manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki unsur jasmani dan rohani serta unsur raga dan jiwa, setiap manusia memiliki ciri khas pada dirinya tidak mungkin ada manusia yang sama persis sama .seseorang dapat dikatakan sebagai makhluk individu jika didalam dirinya dapat menyatu unsur rohani , jasmani serta unsur raga dan jiwa . seseorang individu itu adalah perpaduan antara 2 faktor yaitu faktor fenotip dan faktor genotip ,faktor fenotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir (keturunan) sedangkan faktor fenotip itu adalah sebuah karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan , faktor lingkugan disini sangat berpengaruh untuk membentuk karakteristik seorang individu .
       istilah lingkungan terdapat 2 macam yaitu lingkungan fisik dan lingkungan sosial , lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya dan lingkungan sosial merujuk kepada lingkungan dimana individu melakukan interaksi sosial.interaksi sosial seperti hubungan kepada keluarga ,teman , dan sekelompok sosial yang lebih besar jumlahnya.
CONTOH KASUS : seorang anak yang mengalami broken home akibat perpisahan kedua orang tuanya dan tidak sanggup menerima kenyataan tersebut sehingga anak tersebut terjerumus ke dalam tindakan-tindakan negatif yang akan selalu mereka lakukan karena ketidaksanggupan menerima kenyataan tersebut
PENYELESAIANNYA : sebaiknya anak - anak yang mengalami broken home diberikan pemahaman tentang kerohanian (agama) sehingga mereka bisa berfikir sebelum bertindak,dan tidak melakukan hal - hal
yang negatif serta selalu berfikir hal yang positif

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif.  karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
contoh kasus : perkelahian atar pelajar yang memperebutkan suatu wilayah
penyelesaiannya : peran seorang guru dan orang tua disini sangat penting untuk memberi pemahaman kepada pelajar tersebut untuk menyelesaikan sebuah masalah tanpa harus berkelahi , dan memakai kekerasan.

referensi : https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120804055710AACRwWM

Tuesday, 16 September 2014

hidup itu bukan untuk disesalin tapi untuk diperjuangkan selalu befikir positif dan terus maju biarpun banyak cobaan yang datang jangan dijadikan masalah tapi jadikannlah cobaan itu sebagai motivasi agar terus maju :)