Saturday, 15 October 2016

PENGENALAN LOGICAL AGENT

Pengenalan logical agent
((GUSTI MAULANA 1d114120,JULIANTI 15114730, MOCHAMAD RERE ULUL.A 16114701)
KNOWLEDGE-BASED AGENTS
Pada bab ini saya akan membahas mengenai pengenalan logical agents, pembahasan pertama adalah mengenai knowledge-based agents Komponen utama dari knowledge based agent adalah knowledge basenya. Knowledge base (KB) adalah kumpulan representasi fakta tentang lingkungan atau dunia yang berhubungan atau menjadi daerah bekerjanya agen. Setiap representasi dalam KB disebut sebagai sebuah sentence yang diekspresikan dalam sebuah bahasa yakni knowledge representation language yaitu:
1.        Representasi Pengetahuan yang bersifat general.
2.        Kemampuan beradaptasi sesuai temuan fakta.
3.       Kemampuan menyimpulkan sesuatu dari pengetahuan yang sudah ada.
Syarat Representasi knowledge-based:
1.      Representational Adequacy
kemampuan merepresentasikan semua pengetahuan yang dibutuhkan dalam domainnya
2.      Inferential Adequacy
kemampuan memanipulasi struktur pengetahuan untuk membentuk struktur baru dalam menampung pengetahuan baru hasil inferensi
3.      Inferential Efficiency
kemampuan untuk manambahkan informasi untuk mempercepat pencarian dalam inferensi
4.      Acquisitional Efficiency
kemampuan untuk menambah informasi baru secara mudah.
Pengetahuan yang dimiliki agent tidak berguna jika ia tidak melakukan apapun Karenanya kita perlu menambahkan aturan agar dia dapat bergerak (complete the knowledge base).Beberapa tahapan yang dilakukan dalam menyusun knowledge based agent:
Ø  Untuk dapat menyusun sebuah knowledge based agent maka kita harus terlebih dulu bisa menyusun knowledge basenya itu sendiri.
Ø  Untuk menyusun knowledge base kita perlu menentukan bagaimana cara kita merepresentasikan pengetahuan kita (knowledge representation)
Ø  Knowledge representation kita harus merupakan bentuk yang mudah disimpan dan digunakan pada komputer.

        Wumpus World

Aturan main Wumpus :

·         Performance measure: emas +1000, mati -1000, gerak -1, panah -10
·         Environment: Matriks 4x4 kamar. Initial state [1,1]. Ada gold, wumpus dan pit yang lokasinya dipilih secara acak.
·         Percept:
Breeze: kamar di samping lubang jebakan ada hembusan angin
Glitter: kamar di mana ada emas ada kilauan/sinar
Smell: kamar di samping Wumpus berbau busuk
·         Action: maju, belok kiri 90◦ , kanan 90◦ , tembak panah (hanya 1!), ambil benda

Sifat Wumpus :
·         (Fully) observable? Tidak, hanya bisa persepsi local
·         Deterministic? Ya, hasil tindakan jelas & pasti
·         Episodic? Tidak, tergantung action sequence
·         Static? Ya, gold, wumpus, pit tidak bergerak
·         Discrete? Ya
·         Single agent? Tidak




 Logic in general-Models and entailment
Logical in general
Logic adalah bahasa formal untuk merepresentasikan informasi sedemikian hingga kesimpulan dapat dibuat  dalam pembuatan kesimpulan pasti harus menggunakan bahasa yg benar dalam pembuatan bahasa yang tepat Syntax mendefinisikan kalimat-kalimat pada bahasa  kemudian Semantics mendefinisikan arti kalimat; misal, mendefinisikan kebenaran sebuah kalimat
Sintaks mendefinisikan bagaimana SymbOS dapat disatukan untuk membentuk kalimat dalam bahasa
 Semantik mendefinisikan "arti" dari kalimat;
yaitu, menentukan kebenaran kalimat di dunia (diberikan interpretasi)

Misalnya, bahasa aritmatika
x + 2 ≥ y adalah kalimat; x2 + y> {} tidak kalimat
x + 2 ≥ y benar jika dan hanya jika jumlah x + 2 adalah tidak kurang dari jumlah y
x + 2 ≥ y benar di dunia di mana x = 7, y = 1
x + 2 ≥ y adalah palsu di dunia di mana x = 0, y = 6
model
Logicians biasanya berpikir dalam hal model, yang secara formal terstruktur dunia sehubungan dengan yang sebenarnya dapat dievaluasi

Kami katakan m adalah model dari α kalimat jika α benar dalam m

M (α) adalah himpunan semua model α

Kemudian KB ╞ α IFF M (KB)  M (α)

Misalnya. KB = Phillies menang dan
Yankees memenangkan α = Phillies memenangkan
Contoh gambar

Entailment berarti sesuatu fakta bisa disimpulkan dari (kumpulan) fakta lain Entailment dapat juga berarti sebuah hubungan antar kalimat ( syntax) yang didasarkan pada semantics kemudian Model adalah sebuah “dunia” di mana kebenaran suatu sentence bisa diuji.
Contoh:
Entailment :
 KB mengandung sentence “Anto ganteng” dan “Ani cantik”.
KB |= α1: “Anto ganteng dan Ani cantik”
 KB 2 α2: “Anto pintar”
x + y = 4 |= 4 = x + y
Contoh :
Model :
M(α) adalah himpunan semua model dari α
KB= Anto ganteng dan Ani cantik.
 α = Anto ganteng

sumber

https://rinnooberta.wordpress.com/2013/10/18/2-logical-agents/

http://staf.cs.ui.ac.id/WebKuliah/IKI30320/materi/2006-

MATA KULIAH ; PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS