Wednesday, 25 March 2015

Budaya dan sastra


PENGERTIAN BUDAYA DAN SASTRA
            budaya sebagai sekumpulan pengalaman dalam hidup yang ada pada suatu masyarakat tertentu. Pengalaman hidup itu dapat berupa perilaku, kepercayaan dan cara hidup suatu masyarakat.  budaya akan melandasi tingkah laku dalam masyarakat. Karena budaya adalah seluruh pengetahuan manusia yang digunakan untuk memahami lingkungan dan pengalaman yang terjadi padanya.   
Budaya di Indonesia sangat berpengaruh pada perkembangan zaman dari waktu ke waktu dan perubahan kondisi alam di Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat seorang ahli dari Indonesia, Ki Hajar Dewantara, yang mengemukakan bahwa budaya merupakan hasil perjuangan suatu masyarakat terhadap zaman dan alam yang membuktikan kejayaan hidup masyarakat dalam menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan di hidupnya. Kondisi alam yang berbeda-beda di setiap daerah di seluruh wilayah Indonesia menyebabkan banyaknya jenis budaya yang berkembang. Hal ini disebabkan karena pengalaman hidup dan besarnya usaha untuk bertahan dengan kondisi alam yang sulit sangat mempengaruhi tingkah laku dan tutur bahasa yang mereka miliki. Namun sebagai bangsa Indonesia yang bersemboyan bhineka tunggal ika, kita harus saling menghargai budaya-budaya yang ada di negara tercinta ini.

Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
 adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Sastra dibagi menjadi 2 yaitu Prosa dan Puisi, Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun,  dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.

kesimpulan : budaya adalah suatuan kebiasaan atau rutinitas dari masing – masing setiap individu yang dilakukan secara rutin dari setiap generasi, budaya setiap orang pasti berbeda beda dikarenakan setiap individu mempunyai cara dan pemikiran yang berbeda dengan individu lainnya.
 Satra merupakan wujud dalam masyarakat setiap individu dalam  bentuk tulisan dan juga wujud  Dalam kehidupan sehari-harian, kedua bentuk kesusasteraan sememangnya tidak terpisah dari pada kita. Misalnya, kita akan mendengar musik yang mengandungi lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Dan kita sendiri pula akan menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang sebenarnya juga merupakan kesusasteraan.

PUISI
RASA GETAR
Kau bisikan kata cinta
Setiap waktu
Kau ajarkan kasih sayang
Hingga detik ini

Mungkinkah……
Aku bisa mencintaimu
Selamanya
Hingga maut kata pujangga

Bukan berarti aku tak yakin
Tapi sungguh entah
Bila hasrat telah usai
Mungkin ini semua akan selesai


No comments:

Post a Comment