PENGERTIAN BUDAYA DAN SASTRA
budaya sebagai sekumpulan pengalaman
dalam hidup yang ada pada suatu masyarakat tertentu. Pengalaman hidup itu dapat
berupa perilaku, kepercayaan dan cara hidup suatu masyarakat. budaya akan melandasi tingkah laku dalam masyarakat.
Karena budaya adalah seluruh
pengetahuan manusia
yang digunakan untuk memahami lingkungan dan pengalaman yang terjadi padanya.
Budaya di Indonesia sangat berpengaruh pada
perkembangan zaman dari waktu ke waktu dan perubahan kondisi alam di Indonesia.
Hal ini sesuai dengan pendapat seorang ahli dari Indonesia, Ki Hajar Dewantara,
yang mengemukakan bahwa budaya merupakan hasil perjuangan suatu masyarakat
terhadap zaman dan alam yang membuktikan kejayaan hidup masyarakat dalam
menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan
di hidupnya. Kondisi alam yang berbeda-beda di setiap daerah di seluruh wilayah
Indonesia menyebabkan banyaknya jenis budaya yang berkembang. Hal ini
disebabkan karena pengalaman hidup dan besarnya usaha untuk bertahan dengan
kondisi alam yang sulit sangat mempengaruhi tingkah laku dan tutur bahasa yang
mereka miliki. Namun sebagai bangsa Indonesia yang bersemboyan bhineka tunggal
ika, kita harus saling menghargai budaya-budaya yang ada di negara tercinta
ini.
Sastra (Sanskerta: shastra)
merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti
“teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata
dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang
berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa
digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang
memiliki arti atau keindahan tertentu.
adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi.
Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang
sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya.
Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang
menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain
itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis
atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan
dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk
mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Sastra
dibagi menjadi 2 yaitu Prosa dan Puisi, Prosa adalah karya sastra yang tidak
terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan
aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun, dan Syair
sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.
kesimpulan :
budaya adalah suatuan kebiasaan atau rutinitas dari masing – masing setiap
individu yang dilakukan secara rutin dari setiap generasi, budaya setiap orang
pasti berbeda beda dikarenakan setiap individu mempunyai cara dan pemikiran
yang berbeda dengan individu lainnya.
Satra merupakan wujud dalam masyarakat setiap
individu dalam bentuk tulisan dan juga wujud Dalam kehidupan sehari-harian, kedua bentuk
kesusasteraan sememangnya tidak terpisah dari pada kita. Misalnya, kita akan
mendengar musik yang mengandungi lirik
lagu yang merupakan hasil sastra. Dan kita sendiri pula akan menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang
sebenarnya juga merupakan kesusasteraan.
PUISI
RASA GETAR
Kau bisikan kata cinta
Setiap waktu
Kau ajarkan kasih sayang
Hingga detik ini
Mungkinkah……
Aku bisa mencintaimu
Selamanya
Hingga maut kata pujangga
Bukan berarti aku tak yakin
Tapi sungguh entah
Bila hasrat telah usai
Mungkin ini semua akan selesai
No comments:
Post a Comment