Wednesday, 4 January 2017

analisa game dan film yang mengandung artificial intellegence

Analisa Game Mario Bros





Siapa yang tidak kenal dengan tukang ledeng berkumis tebal berbaju merah lengkap dengan topi berhuruf ‘M’ di kepalanya. Ya, semua orang pasti mengenal sosok Mario. Super Mario Bros adalah sebuah game yang dikenal oleh semua orang. Sejak kehadiran Nintendo 64 dan Super Mario 64, Mario hijrah ke dunia 3D dan tidak pernah kembali ke 2D Platform lagi. Super Mario Bros, game konsol NES (Nintendo Entertaintment System).
Super mario bros merupakan game bertipe platformer. pemain akan mendapati dirinya sebagai mario atau saudaranya (yang hanya sekedar mario dengan warna berbeda) luigi, Dalam petualangan menyelamatkan putri dari kura-kura raksasa bernama Bowser. Meski menyelamatkan putri terdengan cukup klise dan tidak original, untuk game semacam ini cerita tidaklah terlalu penting. Dengan setting di mushrom kingdom, super mario bros memiliki banyak musuh yang inovatif dan menantang. mulai dari goomba hingga koopa, semua musuh memiliki satu persamaan dasar, loncat dan injak kepala mereka untuk membunuhnya.
Game ini memiliki fitur power-up dalam bentuk jamur dan bunga. pemain mulai dengan mario kecil, ambil jamur untuk power-up menjadi mario yang lebih besar yang akan memiliki kemampuan untuk menghancurkan blok, setelah itu power-up bunga akan mengubah pemain menjadi super mario yang memiliki kemampuan menembakkan bola api.
Ada beberapa hal mengenai game super Mario bros yaitu
•Asal mula Mario
Mario pertama kali muncul dalam game Donkey Kong. Pertama kali kemunculannya Mario belum memiliki nama panggilan, Mario hanya dipanggil dengan nama “Jumpman”. Tadinya Mario dipanggil dengan nama Mr. Video Game di Jepang. Nama Mario diberikan karena karakter Mario sangat mirip dengan pimpinan Nintendo Amerika yang berkebangsaan Italia bernama Mario Seagle. Shigeru Miyamoto sadar betul kalau nama-nama Jepang akan sulit diterima masyarakat umum dan akan mengurangi kepopuleran karakter buatannya di luar Jepang.
•Pengisi Suara
Mario pernah diisikan suaranya oleh banyak aktor terkenal seperti, Charles Martinet, Mark Graue, Ronald B. Ruben termasuk Peter Cullen sang pengisi suara Optimus Prime di Transformers. Suara Mario yang tinggi dimaksudkan untuk memberikan kesan ceria pada karakter Mario, aksen Itali ditambahkan karena Mario sangat menyukai pasta dan pizza.
•Musik Dalam Mario
Musik di super mario bros bener-bener sempurna. Catchy tune yang mudah diingat dan benar-benar menyatu dengan gameplay. Mungkin suara yang dihasilkan chip 8 bit tua tidak akan terdengar semeriah game-game baru yang make dolby atau 5.1 audio, nintendo terbukti mampu menciptakan suara yang bisa dikenang hingga sekarang.
Selain itu, sudah tidak terhitung berapa kali lagu tersebut dimainkan oleh penggemarnya dengan beragam versi dan variasi. Ada yang diaransemen ulang, ada yang dimainkan dengan dua gitar sekaligus bahkan ada yang acapela. Banyak orang yang mendapatkan popularitas karena memainkan lagu Super Mario Bros Theme, seperti Zack Kim yang memainkan lagu tersebut memakai dua gitar sekaligus di YouTube, Jean Baudin yang memakai bass dengan 11 senar, Greg Patillo memakai flute untuk memainkan lagu tersebut.
spesifikasi yang di butuhkan untuk dapat memainkan game ini adalah ;
The minimum requirements are:
* Processor: Pentium MMX or comparable AMD
* Ram: 64MB
* Video: Direct3D 9.0 compatible graphic card.
* OS: Windows 98/Me/2000/XP
* Software Installed: DirectX 9.0c or superior.

Sumber:



 A.I Pada Film The Terminator




Membahas robot sebagai produk kecerdasan buatan (artificial intelligence) rasanya tidak sah bila tidak menyebutkan film The Terminator. Dari semua film tentang kecerdasan buatan sebagai gagasan di balik penciptaan sebuah robot, The Terminator adalah yang paling sukses.

Tercatat, film yang ditayangkan pada 1984 ini memiliki empat sekuel, yaitu Judgment Day (1991), Rise of the Machines (2003), Salvation (2009), dan Genisys (2015).

Film ini bercerita tentang Skynet, sang terminator AI, yang bertarung melawan musuh bebuyutan John Connor. Namun di seri kelima, Genisys, ia mendapat tandingan baru Kyle Reese, orang kepercayaan Connor. Selain sukses melambungkan nama Arnold Schwarzenegger, film ini juga dianggap sukses menggambarkan kekhawatiran manusia akan ‘efek samping’ dari kecerdasan buatan itu sendiri.
untuk melihat video trailernya bisa diklik disini.

Sumber :


matkul : pengantar teknologi sistem cerdas#



No comments:

Post a Comment